You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Patrolsari
Desa Patrolsari

Kec. Arjasari, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat

Mahasiswa KKN Tematik Kebangsaan 2025 di Desa Patrolsari: Mengabdi, Memberdayakan, dan Berkolaborasi

Administrator 01 September 2025 Dibaca 141 Kali
Mahasiswa KKN Tematik Kebangsaan 2025 di Desa Patrolsari: Mengabdi, Memberdayakan, dan Berkolaborasi

Patrolsari, Arjasari – Sejak 1 Agustus 2025, Desa Patrolsari, Rt 02 Rw 08, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Halim Sanusi Bandung yang berlangsung selama satu bulan penuh. Program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk nyata kontribusi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Setelah satu bulan penuh pelaksanaan, berbagai program kerja KKN Kelompok 4 di Desa Patrolsari berhasil dituntaskan dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Sejumlah kegiatan unggulan yang dilaksanakan selama Agustus mendapat apresiasi luas dari warga, mulai dari pengembangan UMKM, pemberdayaan literasi, hingga pelatihan inovasi ramah lingkungan.

Selama pelaksanaan KKN di Desa Patrolsari, mahasiswa Kelompok 4 Universitas Halim Sanusi Bandung berusaha menghadirkan program-program yang tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah pemberdayaan UMKM. Melalui pendampingan usaha kerupuk mie kuning, mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam pembuatan logo, label, hingga pemanfaatan WhatsApp Business dan strategi digital marketing di platform TikTok. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pasar dan memperkuat identitas produk lokal. Selain itu, pemberdayaan UMKM susu murni dan yoghurt juga dilakukan sebagai bentuk peningkatan nilai jual dan daya saing dengan membuatkan sertifikat halal, sehingga produk-produk ini mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepedulian mahasiswa tidak hanya berhenti pada aspek ekonomi, tetapi juga merambah ke dunia pendidikan. Bagi siswa kelas 4 dan 5 SD, mereka mengadakan edukasi anti-bullying yang dikemas dengan pendekatan menyenangkan dan interaktif. Sementara itu, siswa kelas 5 diajak untuk mengenal kreativitas ramah lingkungan melalui praktik ecoprint, sebuah kegiatan yang menggabungkan seni dengan kepedulian terhadap alam. 

Literasi menjadi salah satu perhatian penting dalam program KKN Kelompok 4. Melalui pembangunan pojok baca, anak-anak RA kini memiliki sarana baru untuk menumbuhkan minat baca sejak dini. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan budaya literasi pada generasi muda desa. Tidak hanya berhenti di situ, mahasiswa juga menghadirkan program literasi digital di Pesantren Al Basyariyah 3. Para santri dibekali pemahaman mengenai penggunaan internet secara bijak. Para mahasiswa mengenalkan bagaimana cara mengamankan data pribadi di ruang digital dan juga mengenalkan bagaimana perkembangan pesat AI bisa menjadi peluang dan tantangan baru.

Di bidang lingkungan, mahasiswa memperkenalkan inovasi teknologi sederhana namun bermanfaat melalui smokeless burn barrel, tungku pembakaran minim asap yang disambut positif oleh warga. Alat ini dinilai dapat menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah organik tanpa menimbulkan polusi berlebihan. Selain itu, penyuluhan mengenai pestisida alami juga diberikan sebagai alternatif ramah lingkungan dalam bercocok tanam. Edukasi lingkungan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada kelestarian alam sekitar.

Keterlibatan mahasiswa pun meluas hingga ke kegiatan sosial dan keagamaan. Mahasiswa dipercaya menjadi juri dalam perlombaan Islami di RW 02 pada perlombaan AKBAR (aksi anak berakhlakul karimah) , serta turut serta dalam pawai obor yang berlangsung meriah, menambah semangat kebersamaan antar warga.

Dari sekian banyak program yang dilaksanakan, inilah program terbesar yang benar-benar menyedot perhatian warga: tebus murah minyak. Sejak diumumkan, masyarakat Desa Patrolsari menyambutnya dengan penuh antusias. Suasana pelaksanaan program berlangsung sangat meriah, antrean warga terlihat mengular sejak pagi hari demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Tidak hanya sekadar transaksi, program tebus murah menjadi ajang kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Senyum, canda, dan rasa syukur terpancar dari wajah masyarakat yang merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Antusiasme yang melampaui ekspektasi membuktikan bahwa program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Desa Patrolsari.

Seluruh rangkaian program ini menjadi bukti bahwa KKN tidak hanya soal hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana ilmu dan kreativitas mereka dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata. Antusiasme warga Patrolsari dalam setiap kegiatan semakin menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berarti.

Kepala Desa Patrolsari beserta masyarakat menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN, yang dinilai membawa energi baru dan ide-ide segar untuk pembangunan desa. Antusiasme warga tampak jelas, khususnya saat kegiatan sosialisasi smokeless burn barrel dan program tebus murah yang diikuti dengan penuh semangat.

Dalam refleksinya, mahasiswa KKN Tematik Kebangsaan Desa Patrolsari menyampaikan harapannya:

 “Kami berharap kehadiran kami di Desa Patrolsari tidak hanya sebatas membantu dalam jangka waktu KKN, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Semoga program yang telah dijalankan menjadi pemicu semangat baru dalam pemberdayaan desa, serta terjalin hubungan baik antara mahasiswa dan warga sebagai bagian dari pengabdian yang tulus.”

 

Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN Tematik Kebangsaan di Desa Patrolsari tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga langkah konkret dalam mendukung kemajuan desa, memperkuat nilai kebersamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Kerennn banget, bangga!!
nisaaa 01 September 2025
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image